Dewan Pers Berharap AMSI Kaltim Perkuat Ekosistem Media Digital Lokal
PUBLICATIONS

Dewan Pers Berharap AMSI Kaltim Perkuat Ekosistem Media Digital Lokal

Semua sektor disapa digitalisasi, tak terkecuali dunia media. Sekarang lewat bantuan internet semua bisa terhubung dalam gawai. Sekali sentuhan kabar diterima. Namun tak jarang informasi yang sampai itu diikuti oleh hoaks atau berita bohong. Inilah yang jadi alasan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) hadir di Kaltim.

“Untuk sekarang ada 15 media siber yang bergabung dengan kami,” ujar Sumarsono, ketua Panitia AMSI Kaltim dalam deklarasi virtual via Zoom pada Senin (22/6) pagi.

Dengan adanya AMSI Kaltim ini dia berharap media siber lokal bisa ikut bergabung. Saat ini ada dua media dengan domain nasional yang turut jadi anggota yakni Antaranews dan Tribunnews. Dia pun berharap dukungan semua pihak Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim.

Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi yang turut memberi sambutan berharap AMSI Kaltim bisa membangun Benua Etam lewat penyaluran informasi terbaik. Bukan tanpa alasan, saat ini posisi Kaltim ditunjuk sebagai pengganti ibu kota negara (IKN) baru untuk menggantikan Jakarta.

“Selama ini pembangunan terpusat di Pulau Jawa, sehingga wajar jika pemindahan IKN ini jadi momentum Kaltim berkembang. Ingat sumber daya banyak di Kaltim,” jelasnya.

Setali tiga uang, Ahmad Djauhar dari Dewan Pers juga menginginkan hal senada. Dengan adanya AMSI Kaltim ini, organ pers makin kuat sebab selama ini arus informasi begitu banyak sehingga warga perlu media yang bisa dipercaya, bukan penyebar hoaks.

“Perlu diingat saat media memberikan informasi sumbernya harus jelas, taat dengan kode etik jurnalistik dan UU Pers,” imbuhnya.

Terakhir, Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut menuturkan saat ini media informasi digital berkembang pesat. Meskipun kondisi pandemik virus corona tak menjadi hambatan. Angka pembaca tetap terjaga bahkan bertambah.

Itu sebab hadirnya AMSI Kaltim ini bisa jadi rujukan media di daerah. Utamanya mengenai COVID-19, publik butuh informasi terbaik mengenai itu. Bukan kabar bohong atau hoaks.

“Saya kira media tak bisa bekerja sendiri. Harus bekerja sama dan ada yang menaungi,” pungkasnya.

sumber : idntimes.com

Komentar Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.