Menkominfo: Perkembangan Ekonomi Digital Didorong oleh Pola Pikir
PUBLICATIONS

Menkominfo: Perkembangan Ekonomi Digital Didorong oleh Pola Pikir

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara menyampaikan, Indonesia saat ini telah memasuki era tatanan perkonomian yang baru, di mana semua proses transaksi ekonomi telah memanfaatkan teknologi digital.

Rudiantara memberi contoh perubahan perilaku masyarakat saat membeli tiket pesawat maupun memesan kamar hotel yang kini dilakukan lewat platform online. Begitu juga ketika ingin mengakses layanan transportasi. Melihat perubahan proses transaksi tersebut, pemerintah memperkirakan potensi ekonomi digital Indonesia pada 2020 akan mencapai USD 130 miliar. Nilai ini setara dengan 12 persen GDP Indonesia pada tahun 2020.

Dikatakan Rudiantara, yang mendoronng ini semua sebetulnya bukanlah teknologi, melainkan pola pikir manusia untuk mencari cara-cara baru yang lebih efektif dan produktif untuk menyelesaikan permasalahan di masyarakat.

“Di era ekonomi digital ini, teknologi hanya sebagai enabler (alat) saja. Yang terpenting adalah pola pikirnya untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi di masyarakat menggunakan teknologi,” kata Rudiantara saat memberikan keynote speech, di acara Indonesia Digital Media Conference yang digelar Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), di Jakarta, Jumat (1/3/2019).

Rudiantara kembali mencontohkan bagaimana layanan ojek online telah memberikan dampak yang besar bagi perekonomian Indonesia melalui pemanfaatan teknologi, sekaligus memberikan solusi bagi layanan transportasi di Indonesia.

“Sebelum ada Go-Jek dan Grab, pendapatan opang (ojek pangkalan) terbatas karena mereka hanya menunggu di satu tempat saja. Untuk bisa dapat order yang lebih banyak, mereka harus bergerak. Akhirnya dibuatlah platform digital yang bisa menghubungkan antara pengguna dengan penyedia layanan,” ujar Rudiantara.

Perkembangan teknologi digital yang sangat pesat ini juga telah mengubah model bisnis, misalnya yang saat ini dijalankan perusahaan rintisan atau startup. Rudiantara mengatakan situasi baru ini juga bisa memberi kesempatan kepada pelaku industri media untuk ikut masuk di dalamnya menghadirkan solusi-solusi baru.

“Saya berharap dalam lima tahun ke depan, akan ada startup unicorn baru dari Indonesia yang berasal dari industri media,” ujar Rudiantara.

sumber : beritasatu.com

Komentar Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.