Ini Usia yang Paling Rentan Kena Hoax
NEWS

Ini Usia yang Paling Rentan Kena Hoax

Berita hoax atau berita bohong akan menjadi sangat bahaya dampaknya jika diterima oleh orang-orang yang kurang pengetahuan untuk memilah informasi yang benar atau salah.

Mereka yang cepat terpancing dan kurang berhati-hati akan langsung menyebarkan tanpa mungkin tahu dampaknya. Hasilnya berita hoax tersebut bisa berujung konflik yang parah hingga memakan korban jiwa. Seperti yang baru-baru ini terjadi di Wamena, Papua.

Karena berita hoax berisikan rasisme yang sebenarnya itu hanya hoax, terjadi rusuh hingga puluhan nyawa melayang dan luka-luka.

Dijelaskan oleh Septiaji Eko Nugroho, Ketua Presidium Mafindo (Masyarakat Anti-Fitnah Indonesia), ditemukan sebuah data yang diambil dari penelitian-penelitian kampus Indonesia di mana disebutkan usia yang paling rentan terkena berita hoax adalah usia di atas 35 tahun.

“Paling mudah menjadi korban penyebaran hoax itu adalah usia yang di atas 35 tahun yang biasa disebut dengan digital imigran, yaitu para orangtua,” ujar Septiaji.

Data tersebut ia ambil dari penelitian-penelitian kampus salah satunya UGM. Lalu juga media di Amerika mengatakan bahwa rata-rata usia 65 tahun juga rentan menjadi korban dan penyebar berita hoax.

Menurutnya banyak yang mengira selama ini berita hoax disebarkan oleh anak-anak muda, namun justru peran orang tua-lah yang menjadi bagian utama dalam penyebaran berita hoax di Indonesia.

“Anak-anak muda dianggap sudah melek teknologi dan lebih pintar untuk membedakan berita hoax dibandingkan orangtua yang lebih cepat terpancing kebenaran akan berita tersebut,” tambahnya.

Lalu jika dibandingkan sesuai gender, wanita lebih banyak jumlahnya dibandingkan pria sebagai penyebar berita hoax.

“Karena sekarang ini kita tradisi bersosialisasi berubah, yang tadinya offline sekarang ke grup WhatsApp. Jadi ada korelasinya di mana kaum ibu-ibu dianggap menjadi bagian penyebaran berita hoax,” tutupnya.

sumber : detik.com

Komentar Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.