Fokus Bikin Konten Bagus, tapi Duit di Tempat Lain
NEWS

Fokus Bikin Konten Bagus, tapi Duit di Tempat Lain

Membicarakan gagasan good journalism di masa sekarang sebetulnya tidak berbeda dengan perdebatan yang muncul puluhan tahun lalu. Saat media hanya didominasi media cetak dan radio.

“Selalu ada yang bagus dan ada yang kurang bagus. Clickbait sekarang sudah digunakan di koran-koran sore yang di jual di lampu merah 20 tahun lalu,” kata Presiden Direktur LKBN Antara, Meidyatama Suryodiningrat, saat berbicara di depan peserta Konferensi Media Digital Indonesia di Auditorium lantai 2 Gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta, Jumat (1/3/2019).

Jika saat ini masih ada ratusan media yang masih punya niat baik untuk menghindar dari pola seperti ini, tentu jadi sesuatu hal yang patut dihargai.

Dimas, panggilan akrab Meidyatama Suryodiningrat kemudian mengingatkan, investasi terbesar dalam industri media itu bukan pada teknologi. Tapi manusianya. “Kita bicara orang-orang yang memiliki skill jurnalistik bagus,” tegasnya.

Karena itu, dalam konteks strategi bertahan, media sekarang harusnya bisa memilah peluang dan strategi bisnis.

“Model bisnisnya apa? Kalau mikir hits ya sejak dulu begitu. Tapi kan nggak dapat banyak,” ingat Dimas. Begitu juga saat bicara konten yang baik, media-media itu juga terus berupaya meraih konten yang baik. Masalahnya duit ada di tempat lain.

Industri media, lanjutnya, hanya fokus membuat konten bagus. Tapi tidak lihai memonetize.

Tantangan lain yang juga dihadapi industri media saat ini adalah strategi menghadapi perubahan itu sendiri. Beberapa memilih revolusi, tapi kemudian berhadapan dengan mindset.

“Saya sampai sekarang suka musik Led Zepelin, musik 1969. Dan itu masih saya dengarkan di tahun 2019,” canda Dimas.

Di luar itu, katanya lagi, kita sering terbelenggu media kita sendiri. Semakin besar, semakin berat untuk bergerak. Sementara jaman benar-benar sudah berubah. (hdl)

Komentar Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.