Facebook hadirkan fitur berita demi tangkal hoaks
NEWS

Facebook hadirkan fitur berita demi tangkal hoaks

Facebook memperkenalkan fitur baru bernama Facebook News. Fitur ini merupakan bagian dari aplikasi utamanya, yang akan mempromosikan berbagai macam berita. Fitur ini memang masih dalam tahap pengujian. Namun akan segera tersedia bagi seluruh pengguna dalam beberapa bulan mendatang.

“Ini adalah momen besar bagi hubungan kami dengan industri berita. Kami tahu, orang-orang meragukan kami dan komitmen kami pada bisnis berita… Ini seharusnya menandakan bahwa kami benar-benar ingin menjadi juara terkait berita hebat,” kata kepala kemitraan berita Facebook, Campbell Brown.

Facebook News tampil dalam tab beranda atau bookmark di aplikasi. Dalam posting-an blog Facebook, Brown dan Mona Sarantakos selaku News Product Manager menerangkan, artikel berita akan terus muncul di feed utama. Tab khusus untuk Facebook News, difokuskan pada jurnalisme dimana pengguna mendapat “lebih banyak kendali atas berita yang mereka lihat, dan kemampuan untuk mengeksplorasi lebih banyak minat berita mereka, langsung dalam aplikasi Facebook”.

Dilansir TechCunch (26/10), tab berita tersebut dikembangkan setelah Facebook berkonsultasi dengan sejumlah penerbit. Fitur ini juga didasarkan pada tanggapan dari survei pada lebih dari 100.000 pengguna Facebook di Amerika Serikat (AS) awal tahun ini.

Facebook akan menggunakan editor manusia serta algoritma komputer untuk menentukan dan mengawasi cerita mana yang layak dilihat. Secara khusus, akan ada bagian “Today’s Stories”, yang dikuratori oleh tim wartawan untuk menyoroti berita nasional terbesar di hari terkait.

Facebook juga memberikan rekomendasi berita yang didasarkan pada minat dan aktivitas pengguna. Pengguna memiliki kendali untuk menyembunyikan artikel, topik hingga penerbit yang kurang disukai.

Sejauh ini Facebook tidak menyediakan daftar penerbit yang berpartisipasi dalam Facebook News. Namun screenshot bagian News Facebook mencakup cerita dari The Wall Street Journal, Time, The Washington Post, BuzzFeed News, Bloomberg, Fox Business, Business Insider, NPR. Sementara itu juru bicara The Post, BuzzFeed dan LA Times mengkonfirmasi partisipasi mereka.

sumber : tek.id

Komentar Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.