DP: Verifikasi Perusahaan Pers dan Kompetensi Jurnalis Mulai Dirasakan Manfaatnya
PUBLICATIONS

DP: Verifikasi Perusahaan Pers dan Kompetensi Jurnalis Mulai Dirasakan Manfaatnya

Ketua Dewan Pers Yoseph Staenly Adi Prasetyo menegaskan verifikasi perusahaan pers dan uji kompetensi jurnalis yang sempat mendapat penolakan kalangan organisasi pers kini mulai dirasakan manfaatnya.

Yoseph menyampaikan hal itu saat menjadi pembicara dalam Digital Media Conference serangkaian Rekernas Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) di Gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta, Jumat (1/3/2019).

Dia mengisahkan, beberapa waktu lalu saat ada pertemuan para pimpinan “langitan” pers seperti Jacob Oetama, Chaerul Tanjung dan lainnya, menginginkan agar perusahaan pers bisa lebih profesional demikian juga dengan jurnalisnya sehingga perlu dilakukan verifikasi dan uji kompetensi.

“Pesan dan permintaan yang disampaikan Piagam Palembang tahun 2017, oleh Dewan Pers kemudian dilakukan verifikasi perusahaan pers dan uji kompetensi jurnalis,” sambung Yoseph.

Langkah Dewan Pers, itu tidak lantas berjalan mulus karena sempat mendapatkan penolakan dari organisasi profesi pers, yang menganggap hal itu sebagai bentuk pembredelan pers.

“Setelah sekian tahun kita laksanakan, sekarang kita tahu manfaatnya, ” tegasnya dalam kegiatan yang dihadiri ratusan jurnalis serta para pengurus daerah dan pusat AMSI.

Dengan adanya perusahaan pers yang terverifikasi dan kompetensi jurnalis, Dewan Pers menjadi mudah untuk memilah memilih mana media yang dikelola profesional mana yang abal-abal.

Pihaknya masih banyak menemukan perusahaan media tidak dikelola profesional dan praktek wartawan abal-abal yang dilaporkan masyarakat termasuk dari aparat penegak hukum kepolisian.

Ia juga menambahkan, Dewan Pers tengah memperjuangkan, agar pemerintah daerah dalam iklan tender, lebih selektif sehingga tidak mengakomodir media abal-abal.

Langkah itu dilakukan sebagai upaya mempertahankan produk jurnalistik yang profesional. Saat ini, dalam pengamatan Dewan Pers ada sekira 43.300 situs yang berbasis internet, yang sebagian besar tidak dikelola profesional.

“Saya yakin jurnalisme bagus, tidak akan mati karena masyarakat membutuhkan informasi yang telah terkonfirmasi terverifikasi,” imbuhnya.

Selain Yoseph turut hadir menjadi pembicara Menkominfo Rudiantara sekaligus membuka Rakernas AMSI pertama. Selain itu, hadir Pimred The Jakarta Post Nezar Patria, Pimred Kompas Ninuk Mardiana Pambudy, Dirut LKBN Antara Mediatama, Suryodingrat dan Ahmad Aditya Direktur Mahaka Group.

sumber : kabarnusa.com

Komentar Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.