Digitalisasi Media Massa Jadi Kesempatan untuk Berkembang
PUBLICATIONS

Digitalisasi Media Massa Jadi Kesempatan untuk Berkembang

Gelombang digitalisasi telah membawa perubahan dalam dunia bisnis, termasuk media massa dari konvensional menjadi digital. COO BeritaSatu Media Holdings, Anthony Wonsono menyampaikan, kehadiran era digitalisasi seharusnya tidak dilihat sebagai sebuah hambatan, melainkan kesempatan bagi media massa untuk berkembang lebih besar lagi.

“Setiap kali ada transformasi atau perubahan dalam ekosistem kita, itu sebetulnya bisa menjadi kesempatan. Untuk bisnis media massa, digitalisasi juga harus dilihat sebagai kesempatan untuk berkembang dan berinteraksi dengan pembaca atau penonton kita secara maksimal. Ini harus jadi kesempatan besar, di mana kita bisa terus berinovasi mengembangkan teknologi,” kata Anthony Wonsono saat menjadi pembicara di acara Indonesia Digital Media Conference yang digelar Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), di Jakarta, Jumat (1/3/2019).

Dari seluruh lini bisnis Lippo Group, Anthony Wonsono mengatakan satu per satu bisnis tersebut sudah mulai didigitalisasi, seperti MatahariMall, Hypermart, jaringan Lippo Malls, maupun bisnis media massa. Saat ini BeritaSatu Media Holdings yang ada di bawah Lippo Group memiliki sejumlah media massa seperti Beritasatu.com, Jakartaglobe.id, Koran Investor Daily, Koran Suara Pembaruan, Majalah Investor, Majalah Globe Asia, Majalah The Peak, serta BeritaSatu TV.

“Yang selalu diingatkan kakek saya (Mochtar Riady), setiap bisnis akan mati kalau kita tidak mengikuti tiga tren, yaitu perubahan dalam dunia teknologi, perubahan di dunia politik, dan perubahan ekonomi. Saat ini ekosistem digital di Indonesia sudah semakin mantap dan berkembang. Kita juga melihat ke depannya digital consumers akan terus meningkat, sehingga kita akan terus mencari kesempatan-kesempatan lain untuk coba bergerak,” kata Anthony Wonsono.

Diakui Anthony Wonsono, saat ini belanja iklan memang paling banyak diserap oleh industri televisi, baru setelah itu media cetak dan digital. Namun kondisi ini tak lantas mengendurkan semangat Lippo Group untuk terus berinvestasi di media digital.

“Kalau kita balik ke beberapa tahun lalu saat Lippo Group memulai bisnis media, selain mempertimbangkan keuntungan, visi dan misi kita waktu itu adalah untuk pendidikan. Kita ingin memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, memberikan sudut pandang yang objektif, fakta-fakta yang teruji dan pasti. Kita ingin membangun bangsa Indonesia melalui konten-kontan yang dihadirkan berbagai platform digital,” ujar Anthony Wonsono.

Untuk mendapatkan keuntungan dari bisnis media digital, Anthony Wonsono mengatakan ke depannya media di bawah BeritaSatu Media Holding akan fokus di revenue model yang berbasis subscription atau berlangganan.

“Tentu ada model bisnis lain selain subscription. Tetapi saya pikir perekonomian Indonesia akan terus meningkat, masyarakat kita level pendidikannya juga semakin tinggi, sehingga ke depannya kita bisa masuk ke model subscription dengan lebih nyaman. Untuk saat ini memang masih banyak hal yang harus dipelajari, apakah ekosistem kita sudah siap menerima revenue subscription ini, apakah pembaca kita sudah siap membayar untuk melihat konten,” tutur Anthony Wonsono.

sumber : beritasatu.com

Komentar Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.