Bupati Ajak PWI Kampar Bersama-sama Perangi Berita Hoax
NEWS

Bupati Ajak PWI Kampar Bersama-sama Perangi Berita Hoax

Bupati Kampar, Catur Sugeng Susanto dan PWI Kampar berkomitmen Untuk memerangi berita hoax dan berita bohong yang mengarah kepada ujaran kebencian yang bisa tersangkut Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) nomor 11 tahun 2008.

Bupati mengajak seluruh anggota PWI Kampar agar membuat berita dalam upaya memenuhi hak masyarakat untuk mendapatkan informasi yang benar sesuai dengan fakta dan realita yang terjadi.

Hal tersebut dikatakan Bupati Kabupaten Kampar saat mengunjungi kantor PWI Kabupaten Kampar, Jumat (24/1/2020).

Kedatangan bupati menggambarkan kepribadiannya terbuka dan bersahabat dengan rekan-rekan media. Tidak ada protokoler dan jadwal khusus bagi bupati untuk bertemu kuli tinta di Kampar.

Bupati memasuki kantor PWI Kabupaten Kampar yang terletak di Jl. A. Yani Bangkinang laksana seorang sahabat yang biasa bertemu untuk melepaskan rindu dan bernostalgia dalam perjuangan mencapai masa depan. Komunikasi bupati dengan rekan-rekan PWI Kampar sangat enjoy dan santai tanpa “tegangan tinggi” walaupun membahas pembangunan negeri dan daerah. Bupati terkesan paham betul akan fungsi dan peran media dalam memajukan pembangunan daerah dan dalam mewujudkan hubungan harmonis di tengah kehidupan bermasyarakat.

Dalam diskusi yang dipimpin oleh Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kampar, Akhir Yani, SE di ruang media center PWI Kampar, selain menjelaskan kondisi daerah dan prioritas pembangunan Kabupaten Kampar saat ini, bupati menyampaikan beberapa harapannya terhadap peran para wartawan di Kabupaten Kampar.

Bupati berharap rekan-rekan media dapat membantu Pemerintah Kabupaten Kampar dalam memacu pembangunan daerah dalam hal mempublikasikan dan menyampaikan informasi ke masyarakat. Catur berharap berita yang disampaikan kepada masyarakat adalah berita yang benar sesuai dengan fakta dan data yang ada.

Bupati Kampar mengajak rekan-rekan media menghindari berita bohong (hoax) yang mengacu kepada ujaran kebencian. karena selain tidak berdampak positif terhadap pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat, berita bohong yang tidak sesuai dengan fakta dan data akan menghantarkan kepada pelanggaran hukum yang bisa dijerat dengan Undang-Undang ITE, ungkapnya.

“Mari kita hindari ruang isu dan opini yang tidak jelas pertanggungjawabannya. Mari kita selalu berada pada lingkaran fakta dan data yang sesuai dengan kenyataan yang ada. Mari kita bekerja secara profesional dan proporsional,” ajak bupati dengan melempar senyuman khasnya kepada puluhan anggota PWI Kabupaten Kampar.

Sementara itu, beberapa orang pengurus dan anggota PWI Kampar mengajukan pertanyaan dan memberikan tanggapan dan dijawab oleh bupati dengan jawaban yang konkrit. Anggota PWI Kampar sepakat dan komit dalam menjalankan profesinya secara profesional dan proporsional. PWI Kampar sepakat memberikan peran dalam pembangunan daerah sesuai dengan fungsi dan kafasitasnya. PWI Kampar meminta kepada bupati agar seluruh OPD mau menjalin komunikasi yang baik dengan para jurnalis agar sasaran untuk memajukan daerah dan kesejahteraan masyarakat dapat terwujud.

Sebagai bukti konkrit PWI Kampar dalam memerangi berita hoax (berita bohong), Ketua PWI Kampar, Akhir Yani, SE menyerahkan sertifikat penghargaan kepada Bupati Kampar, H. Catur Sugeng Susanto, SH. Sertifikat penghargaan tersebut merupakan hasil perjuangan dan kesuksesan yang diraih oleh anggota PWI Kampar, Adi Jondri Putra pada perlobaan “Digital Avengers Award”, yang dilaksanakan oleh Klinik Digital HM Vokasi Komunikasi Humas Universitas Indonesia (UI) Jakarta. Adi Jondri Putra berhasil meraih juara II pada perlombaan dalam upaya mengkonter berita-berita hoax (berita bohong) yang banyak beredar di media sosial saat ini.

sumber : halloriau.com

Komentar Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.